Natal, Informasi Lengkap Seputar Perayaan dari Berbagai Pandangan

Natal, Informasi Lengkap Seputar Perayaan dari Berbagai Pandangan

Natal – dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”. Adalah hari raya umat kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Perayaan natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari (lihat pula Epifani).

Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.

Hari Natal Menurut Pandangan Islam

Diantara tema yang mengandung perdebatan setiap tahunnya adalah ucapan selamat Hari Natal. Para ulama kontemporer berbeda pendapat didalam penentuan hukum fiqihnya antara yang mendukung ucapan selamat dengan yang menentangnya. Kedua kelompok ini bersandar kepada sejumlah dalil.

Meskipun pengucapan selamat hari natal ini sebagiannya masuk didalam wilayah aqidah namun ia memiliki hukum fiqih yang bersandar kepada pemahaman yang mendalam, penelaahan yang rinci terhadap berbagai nash-nash syar’i.

Ada pendapat dari Ibnu Taimiyah di dalam permasalahan ini :

1. Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin. Semoga Allah merahmati mereka, serta yang lainnya. Seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meredhoi adanya kekufuran terhadap hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan ini diharamkan.

Diantara bentuk-bentuk tasyabbuh :
1. Ikut serta didalam hari raya tersebut.
2. Mentransfer perayaan-perayaan mereka ke neger-negeri islam.

Mereka juga berpendapat wajib menjauhi berbagai perayaan orang-orang kafir, menjauhi dari sikap menyerupai perbuatan-perbuatan mereka, menjauhi berbagai sarana yang digunakan untuk menghadiri perayaan tersebut, tidak menolong seorang muslim didalam menyerupai perayaan hari raya mereka, tidak mengucapkan selamat atas hari raya mereka serta menjauhi penggunaan berbagai nama dan istilah khusus didalam ibadah mereka.

Baca Juga = “ Syiah Sudah Masuk Ke Indonesia”

Sejarah Natal Dari Berbagai Pandangan

  • Sejarah Natal Menurut Islam

Kata Christmas yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran “Yesus”. Perayaan yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal dari ajaran Gereja Kristen Katholik Roma. Tetapi, dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu ? Sebab Natal itu bukan ajaran Bibel (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katholik Roma pada abad ke-4 ini berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.

Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal dari Katholik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katholik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul : Christmas, Anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut :

“Christmas was not among the earliest festivals of Church…the first evidence of the feast is from EgyptPagan customs centering around the January calends gravitated to Christmas”.

Artinya : “Natal bukanlah upacara Gereja yang pertama….melainkan ia diyakini berasal dari Mesir. Perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus” [selesai].

Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul Natal Day; Bapak Katholik pertama mengakui bahwa :

“In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Pharaoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world”.

Artinya : “Di dalam kitab suci, tidak ada seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir’aun dan Herodes) yang berpesta-pora merayakan hari kelahirannya di dunia ini” .

Encyclopedia Britanica yang terbit tahun 1946 menjelaskan sebagai berikut :

  • Sejarah Natal Menurut Katolik

 

Perayaan ulang tahun (natal) ini baru muncul abad IV Masehi di Romawi. Sejarah hari perayaan sol invincibilis day. Hari dewa matahari. Orang2 pagan romawi biasa merayakan pesta “MATAHARI YANG TAK TERKALAHKAN” (sol invincibilis). Pesta ini bersamaan dg peralihan musim dingin ke musim gugur. Saat tgl 25 desember tiba, matahari bersinar lebih lama (panjang).

Jadi saat siang hari waktunya lebih panjang daripada malam. masyarakat Romawi beranggapan n meyakini bahwa itulah saat matahari mengalami kemenangan atas kegelapan, karena 6 bulan sebelumnya waktu siang lebih pendek dari malam.

Itulah sebabnya masyarakat romawi yg penuh dgn mitos pagan, memuja dewa matahari pada setiap tanggal 25 desember. Jadi asal mula PERAYAAN NATAL tgl 25 desember adalah hari pemujaan kepada lahirnya DEWA SOL alias dewa matahari. Hari kelahiran Dewa Matahari.

Sejak abad IV masehi, pesta pemujaan dewa matahari dijadikan hari kelahiran tuhan yesus kristus. Intinya adalah  sinkretisme (penggabungan) sesama agama pagan. Tujuannya agar agama kristen mudah diterima oleh bangsa romawi. Bagi bangsa romawi yg memiliki dewa banyak, tidak masalah bagi mereka menerima yesus sebagai dewa. Asal mitos dewanya diakui, maka mereka mudah menerima agama baru (kristen) yang tuhannya juga lebih dari satu.

Leave a Comment